Karakteristik Pesisir Timur Sumatera Selatan Teluk Beruga

Wilayah pesisir (coastal zone) Indonesia yang luas mengandung sumberdayaalam (di wilayah pesisir) yang kaya dan sangat beragam mulai dari sumberdaya yangdapat pulih (seperti perikanan dan hutan bakau) sampai sumberdaya yang tidak dapat pulih (seperti minyak dan gas serta mineral lainnya) (Hartomo, 2004).Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang cukup berlimpah dari barang tambang seperti minyak bumi, batubara, besi dan juga barang-barang hasil perkebunan maupun perikanan.Provinsi Sumatera Selatan merupakan daerah dengan kategori kesenjangan antar daerah yang rendah apabila sektor migas diabaikan, selain itu wilayah pesisir dengan aktivitas sektor pertanian sebagai sektor unggulan, memiliki peranan dalam menurunkan tingkat disparitas di Provinsi Sumatera Selatan (Faisal,2010).

Wilayah pesisir secara ekologis merupakan daerah pertemuan antara ekosistem darat dan laut. Ke arah darat meliputi bagian tanah, baik yang kering maupun yang terendam air laut, dan masih dipengaruhi oleh sifat-sifat fisik laut seperti pasang surut, ombak dan gelombang serta perembesan air laut (Rudyanto, 2004). Potensi Kelautan yang dimiliki Sumatera Selatan selama ini belum banyak dilakukan secara maksimal namun sudah ada beberapa usaha untuk peningkatan produktivitasnya. Kawasan pesisir yang notabene merupakan kawasan yang memiliki kawasan dengna segudang potensi maka perlu pengelolaan yang matang agar diperoleh kebermanfaatan yang optimal serta berlandaskan asas keberlanjutan. Kawasan pesisir merupakan kawasan yang penting mengingat pertama; kebutuhan penduduk akan makanan laut, kedua; perikanan dapat menunjang perekonomian daerah, dan ketiga; kawasan pesisir sebagai wahana rekreasi masyarakat. Pemahaman mengenai konsep kepesisiran dan manajemen pengelolaan pesisir sangat diperlukan untuk memperoleh suatu hasil yang nantinya dapat terintegrasi antar komponen baik aspek lingkungan maupun dari segi sosio-ekonomi-politik.
Teluk Beruga merupakan sebagian kawasan pesisir timur Sumatera Selatan yang cukup memiliki potensi untuk dikembangkan. Teluk ini terletak di lintang -3,30  dan bujur 105.910 atau sekitar ±225 km dari kota Palembang. Sumberdaya kelaautan yang cukup menarik untuk dikaji dan karakteritik wilayak yang unik menjadikan Teluk Beruga menjadi kawasan perikanan darat berupa tambak baik yang dikelola oleh masyarakat maupun oleh swasta.

TIPOLOGI KEPESISIRAN TELUK BUREGA

Karakteristik pesisir Teluk Beruga dikategorikan sebagai tipologi pesisir primer yang terbentuk karena adanya aktivitas erosi dan sedimentasi disepanjang perairan yang bersumber dari sungai-sungai yang bermuara di Laut Jawa. Tipologinya dicirikan sebagai Sub-aerial deposition coast yaitu terbentuk karena adanya sedimentasi sungai di sekitar muara. Sebaran sedimen dapat dilihat pada gambar 2dimana disitu terlihat sungai-sungai dari arah barat yaitu sekitar 5 sumber utama yang memasok sedimen cukup besar. Namun pada teluk ini tidak terbentuk delta karena pasokan sedimen belum cukup untuk membentuk delta, gelombang yang tidak cukup tenang sehingga mengganggu pembentukan delta, arah hadap pesisir berhadapan langsung dengan Laut Jawa, adanya aktivitas manusia yang turut serta menyebabkan delta tidak bisa terbentuk. Berdasarkan hal tersebut maka dapat dilakukan penentuan potensi dan pengolaan yang sesuai pada tipologi demikian.

Zonasi kepesisiran Teluk Beruga

POTENSI
Daerah dengan karakteristik perairan tenang, banyak suplai sedimen dan sering tergenang merupakan lokasi yang baik untuk pertumbuhan mangrove. Seperti diketahui mangrove merupakan habitat alami untuk tempat hidup dan tempat penetasan ikan-ikan tertentu. Selain itu sebagai tempat yang sering tergenang sangat potensial untuk pengembangan perikanan laut seperti pengusahan tambak udang . Hal tersebut sudah dibaca oleh pihak swasta dengan pengembangan tambak secara professional.Dari gambar terlihat pengembangan potensi perikanan sudah digalakkan dengan pembuatan alat jebakan ikan.

 

Nipah di Muara Sungai Lumpur

Vegetasi nipah disepanjang muara menggambarkan kondisi perairan disini mencirikan kondisi airnya tawar dengan sedikit air asin. Vegetasi ini juga dapat dijadikan bio/geo indicator apabila pada perairan terjadi pencemaran.

 

Pemanfaatan pesisir sebagai tambak professional oleh swasta
Panorama Sore Hari di Pesisir Timur

Salah satu potensi lain adalah potensi wisata, seperti pada gambar terlihat fenomena alam yang indah untuk wisata pemandangan dan wisata bahari perikanan. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan menikmati ikan segar hasil budidaya masyarakat dengan harga yang tentunya lebih murah dibandingkan dipasaran.

RENCANA PENGELOLAAN
Perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu memiliki pengertian bahwa pengelolaan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan pesisir danlaut dilakukan melalui penilaian secara menyeluruh (comprehensive assessment),merencanakan tujuan dan sasaran, kemudian merencanakan serta mengelolasegenap kegiatan pemanfaatannya guna mencapai pembangunan yang optimal danberkelanjutan.

Pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut yang berkelanjutan bukan semata-mataditujukan untuk kepentingan kelestarian SDA yang ada itu sendiri atau keuntunganekonomi semata tapi lebih dari itu adalah untuk kesejahteraan masyarakat kawasanpesisir dan pula-pulau kecil yang ditunjang oleh keberlanjutan institusi.Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu penting dilakukan mengingat banyaknya kegiatan-kegiatan yang dapat diimplementasikan, sehingga perlu dirumuskan suatu konsep penataan ruang (strategic plan) serta berbagai pilihan objek pembangunan yang serasi.
Pengelolaan Co-management menggabungkan antara pengelolaan sumberdaya yang sentralistis yang selama ini banyak dilakukan oleh pemerintah (government based management) dengan pengelolaan sumberdaya yang berbasis masyarakat. Hubungan kerjasama yang dilakukan dapat mencakup kerjasama antar sektor, antar wilayah, serta antar aktor yang terlibat.Pengelolaan wilayah pesisir terpadu dinyatakan sebagai proses pemanfaatan sumberdaya pesisir dan lautan serta ruang dengan mengindahkan aspek konservasi dan keberlanjutannya.
Muara dan teluk adalah ekosistem berbentuk badan air yang didaerah pesisir yang memiliki air dangkal dan landai. Muara biasanya merupakanpertemuan air tawar dari sungai dan air laut. Teluk merupakanbadan air yang menjorok ke arah daratan sehingga biasanya digunakan untukmenyandarkan perahu, menjadi lokasi pelabuhan. Badan air ini berperandalam siklus kehidupan beberapa jenis ikan dan kerang-kerangan karena sebagaimedia pengantar nutrisi dan bahan organik ke laut.

DAFTAR PUSTAKA
Faisal, Brilliant. 2010. Analisis Disparitas Pembangunan Antar Wilayah di ProvinsiSumatera Selatan.Thesis.Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Hartomo, Wahyu.2004. Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya  Pesisir Secara Terpadu Dalam MenunjangPembangunan Daerah. Makalah.Bogor:Institut Pertanian Bogor.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Faisal, Brilliant. 2010. Analisis Disparitas Pembangunan Antar Wilayah di ProvinsiSumatera Selatan.Thesis.Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Hartomo, Wahyu.2004. Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya  Pesisir Secara Terpadu Dalam MenunjangPembangunan Daerah. Makalah.Bogor:Institut Pertanian Bogor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: