Pantai Parangtritis, Bantul

Pantai Parangtritis, Bantul

Merupakan bentuklahan asal marin dan angin yang berada di bagian selatan Provinsi DIY. Proses pembentukan pantai yang memanjang ini karena adanya aktivitas gelombang dan arus yang kuat dari pantai selatan Jawa. Karakterisrik pasirnya hitam yang menandakan bahwa pasir ini berasal dari Gunung Merapi. Lebar pantai ini sekitar 2 km sampai batas gumuk pasir. Kondisi sosial-ekonominya banyak didominasi oleh aktivitas perdagangan dan pariwisata. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan permukiman maupun penginapan disepanjang pantai ini.Permasalahan yang dihadapi di daerah Parangtritis adalah masalah ketersediaan sumberdaya air akibat semakin meningkatnya kebutuhan air domestic. Karakteristik hidrologi yang dapat diidentifikasi adalah ada beberapa sumber mataair yang ditemukan di Parangtritis.

Gambar  Parangtritis ,mitologi, wisata kultural dan wisata alam

Pantai Parangtritis seperti halnya kawasan pantai landai di belahan selatan pulau Jawa lainnya, merupakan kawasan rawan bencana tsunami (gelombang pasang) maka perlu dibangun paradigma masyarakat bahwa perlu waspada terhadap bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Beban Parangtritis sebagai objek wisata memang terasa sangat berat. Berbagai kepentingan memanfaatkannya di tengah deburan ombak dan sengatan matahari yang panas serta hamparan pasir hitamnya.     Dalam rumus pariwisata terkenal dengan 3S, sand, sun, dan sex. Saat ini, unsur seks telah mengintrusi Parangtritis. Meskipun tak kelihatan, tak sulit untuk mencari unsur ini. Para pekerja seks tersebut mulai ramai kala malam Minggu, dan bermunculan ketika rembang mulai mengembang. Mereka kebanyakan tidak berasal dari daerah sekitar, tapi dari daerah luar dengan beragam profesi di siang hari. Gubuk-gubuk tempat memadu kasih pun bermunculan.

Gambar 13. Parangtritis ,mitologi, wisata kultural dan wisata alam

Pantai Parangtritis seperti halnya kawasan pantai landai di belahan selatan pulau Jawa lainnya, merupakan kawasan rawan bencana tsunami (gelombang pasang) jenis near field tsunami; yaitu gelombang pasang dengan waktu tempuh antara 20 sampai 40 menit, dengan jumlah gelombang jamak 5 sampai 12 kali. Karena itu, pengembangan kawasan ini perlu perencanaan yang baik sehingga tidak memicu terjadinya akumulasi penduduk dan tumbuhnya pemukiman baru. Akibatnya jika terjadi bencana akan memungkinkan korban menjadi sangat besar. Sementara kita ketahui bahwa metoda perlidungan alam atas bencana gelombang pasang di kawasan itu tidak baik, sedangkan metoda perlindungan buatan tidak dapat dibuat sederhana karena bentuk pantai yang terbuka.

One Response

  1. Sing unsur ke-3 kui mau terpusat nang pantai pandan sari..hhahha…nganti dibangun gubug2 dinggo hal2 sing gak bener

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: