TERAPAN IKLIM PADA KEHIDUPAN

TERAPAN IKLIM PADA KEHIDUPAN

Iklim merupakan factor peubah bebas lingkungan yang berpengaruh langsung pada setiap kegiatan dipermukaan tanah. Kadang kala keterbatasan data iklim menyebabkan kejadian luar biasa (banjir secara tiba-tiba) sukar diramalkan secara tepat. Curah hujan yang sering terjadi berkepanjangan, kadang kala tidak dianggap sebagai ancaman, tetapi hujan berintensitas tinggi yang terjadi dalam rentang waktu cukup lama (terutama didaera hup-land) harusdicermati. Apalagi tapak berada di kawasan berlereng, maka penetapan pintu air yang secara aman apat melancarkan drainase dan pembuangan air, mutlak masuk ke dalam petimbangan. Disamping itu, pencermatan terhadap usaha- usaha pengawetan tanah dan air di daerah atasan (up-land) menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseluruhan perencanaan.

Peranan Iklim dalam Kehidupan
Perlu Anda ketahui bahwa iklim merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena iklim mempunyai peranan yang besar terhadap kehidupan seperti dalam bidang pertanian, transportasi atau perhubungan, telekomunikasi, dan pariwisata. Untuk mengetahui peranan apa saja yang diberikan terhadap kehidupan.

a. Peranan Iklim Di Bidang Pertanian

Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya masyarakat agraris yang bergerak di sektor pertanian, sifat-sifat iklim seperti suhu, curah hujan, dan musim sangat berpengaruh terhadap kehidupannya. Faktor-faktor iklim seperti cuaca dan iklim benar-benar dipertimbangkan dalam mengembangkan pertanian. Kondisi suhu, curah hujan dan pola musim sangat menentukan kecocokan dan optimalisasi pembudidayaan tanaman pertanian. Misalnya, padi sangat cocok dibudidayakan di daerah yang bersuhu udara panas dengan curah hujan yang cukup tinggi. Tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran dan buah-buahan cocok dibudidayakan di daerah sedang sampai sejuk dengan intensitas curah hujan tidak setinggi pada tanaman padi. Begitu pula di bidang perikanan atau kelautan, faktor iklim seperti cuaca, suhu, dan musim sangat berpengaruh, baik terhadap para nelayan maupun ikan yang akan di tangkap. Pada umumnya para nelayan mengerti benar tentang keadaan cuaca, terutama yang behubungan dengan angin dan musim. Dengan pengetahuan yang dimiliki mereka tahu kapan datangnya angin musim barat dan angin musim timur. Pada saat berhembus angin barat mereka sangat berhati-hati dalam menangkap ikan di laut. Karena musim angin barat sering menimbulkan gelombang besar yang membahayakan mereka. Dan mereka juga tahu mengenai tanda-tanda alam seperti akan datangnya badai yang besar, sehingga mereka tidak akan turun ke laut untuk menangkap ikan.

Iklim merupakan salah satu persyaratan pokok untuk keberhasilan usaha pertanian. Indonesia dipengaruhi oleh iklim tropis, iklim laut, dan iklim muson dengan temperatur rata-rata 260C dan perbedaan temperatur antara bulan terpanas dan terdingin kurang dari 10C. Iklim laut di daerah tropis menyebabkan banyak hujan.
Ada batasan yang tegas antara musim penghujan dan musim kemarau. Apabila semuanya berjalan wajar dan normal, maka di Indonesia akan mengalami 6 bulan musim hujan dan 6 bulan musim kemarau. Musim hujan diperkirakan jatuh pada bulan Oktober-April dan musim kemarau pada bulan April-Oktober. Perpindahan antara musim hujan dan musim kemarau atau sebaliknya disebut musim pancaroba. Namun demikian, akibat peristiwa alam kadang terjadi penyimpangan, yang biasa disebut dengan salah musim.

Pertanian di Indonesia biasanya didasarkan pada perkiraan musim. Artinya bagi tanaman-tanaman yang tidak tahan hujan akan ditanam pada musim kemarau, sedangkan bagi tanaman yang menyukai air akan ditanam pada musim penghujan. Akibat hal tersebut maka sering dijumpai hasil yang melimpah pada saat panen raya, sebaliknya di saat tidak musim akan kesulitan mencari hasil pertanian tersebut. Hal ini tidak menjadi masalah bagi hasil pertanian yang tahan disimpan, namun bagi hasil pertanian yang mempunyai sifat ‘perishable’ mau tidak mau harus segera dikonsumsi, kecuali dibuat sebagai bahan olahan yang tahan lama.

Pertanian maju sudah menggabungkan antara kondisi iklim secara alamiah dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Namun demikian ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan dalam pertanian maju hubungannya dengan kondisi iklim adalah :

1. Penyesuaian
2. Peramalan
3. Modifikasi
4. Substitusi

Penyesuaian dengan keadaan cuaca dan iklim didiskripsi dengan baik dan usaha bercocok tanam disesuaikan dengan keadaan iklim suatu wilayah. Dengan memanfaatkan cara ini maka akhirnya dapat ditemukan pusat-pusat usaha pertanaman tanaman-tanaman yang memerlukan iklim sangat khusus. Dengan usaha penyesuaian ini biaya mengusahakan secara nisbi dengan sendirinya rendah akan tetapi fluktuasi hasil tiap kesatuan waktu akan besar. Ini disebabkan karena yang disebut penyesuaian adalah menyesuaikan kepada keadaan rata-rata dan bukan kepada semua kejadian. Keadaan ektreem tetapa akan ada dan terjadi. Sehingga kalau ada suatu hari cuacanya ekstreem hasil tanaman akan kurang baik atau dapat gagal. Peluang 75% untuk berhasil dari suatu pemanfaatan anasir cuaca/iklim umumnya sudah dianggap memadai.
Peramalan meliputi peramalan cuaca berjangka pendek, menengah, atau panjang. Merupakan salah satu usaha untuk mengurangi resiko kegagalan usaha pertanian. Peramalan-peramalan yang baik, diikuti tindakan yang tepat akan sangat membantu mengurangi resiko kerusakan hasil karena cuaca atau mencegah pemborosan. Peramalan yang benar terhadap awal mulainya musim hujan akan sangast menolong perencanaan penanaman. Kalau diramalkjan malam hari akan hujan lebat, maka perlu menunda pemupukan, penyemprotan hama, dan sebagainya. Secara umum, peramalan jangka pendek akan sangat membantu taktik pelaksanaan sedangkan peramalan jangka panjang akan membantu strategi pelaksanaan.

Modifikasi terhadap adanya anasir iklim yang kurang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Berbagai hal bisa dilaksanakan dalam hal modifikasi ini, misalnya dengan pemberian naungan, pembuatan hujan buatan, pemulsaan, pengolahan tanah, dan sebagainya. Beberapa contoh modifikasi

1. Radiasi

Memperbesar : pemangkasan, memperlebar jarak tanam, mengurangi
wiwilan, menanam tanaman yang berdaun kecil.
Memperkecil : naungan, tumpangsari, menanam tanaman berdaun lebar,
mempersempit jarak tanam.

2. Temperatur

Memperbesar : guludan, menutup tanah dengan plstik tembus cahaya.
Memperkecil : naungan, pemulsaan.

3. Kelembaban

Memperbesar : naungan, menyiram, pemulsaan, menutup dengan plastik hitam.
Memperkecil : memangkas daun, memperjarang jarak tanam, pembakaran jerami.

4. Angin

Memperbesar : memperlebar jarak tanam, menanam tanaman berdaun kecil.
Memperkecil : naungan, shelter.
Substitusi bertujuan untuk mengganti anasir-anasir cuaca/iklim yang pada saat diperlukan tidak ada atau tidak mencukupi di suatu wilayah. Misalnya dengan irigasi akan dapat menolong apabila hujan tidak datang atau tidak mencukupi. Kalau substitusi ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat menjamin adanya kepastian hasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: